Solusi Mengatasi Tawuran Siswa

Oct 04, 2012 by


Dalam beberapa hari ini kita dikejutkan oleh tewasnya siswa SMA 6 Alawy Yusianto Putra dalam tawuran antar pelajar dengan SMA 70 Bulungan Jakarta yang notabene merupakan sekolah favorit yang  jaraknya hanya beberapa ratus meter dari SMA 6. Kemudian selang beberapa hari disusul dengan Deny Januar (17) siswa kelas XII SMA Yayasan Karya 66 Kampung Melayu Jakarta Timur yang tewas dalam tawuran dengan pelajar SMK Kartika Zeni di jalan Saharjo. Deny Januar merupakan anak tunggal dari suyanti (45) yang telah lama berpisah dengan suaminya. Tentu saja kejadian tersebut bukanlah kejadian yang pertama kalinya terjadi di Jakarta atau daerah sekitarnya, bahkan sebagian masyarakat menganggap kejadian tawuran antar pelajar telah menjadi peristiwa yang biasa, namun ada juga yang sudah merasa jengah melihat tawuran antar pelajar tersebut.  Kita merasa sangat prihatin dengan kondisi pelajar saat ini, apalagi ketika Pak Menteri Pendidikan M. Nuh bertanya kepada salah satu siswa yang telah membunuh menyatakan rasa puas setelah membunuh lawannya. Merasa puas dengan melakukan kriminalitas ? Sungguh kita tercengang mendengar jawaban tersebut, lalu timbulah pertanyaan dalam benak kita, apa yang salah dalam proses pendidikan untuk menciptakan generasi penerus banggsa selama ini ? dan bagaimana solusi kita mengatasi masalah ini ?. Berbagai pengamat menyampaikan pendapatnya,bahkan tak ketinggalan anggota dewanpun ramai-ramai mempertanyakan hal ini. sesungguhnya permasalahan yang utama ada pada keluarga. seringkali kita mengabaikan peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Ada beberapa cara mengatasi atau mencegah siswa tawuran diantaranya adalah :
1. Menjaga dan menjalin komunikasi antara orang tua anak dengan baik.
2. Orang tua selalu memantau keberadaan putranya, terutama setelah jam pelajaran selesai.
3. Memberikan pendidikan disiplin sedari dini.
4. Memberikan pemahaman tentang tawuran dan akibatnya.
5. Bagi orang tua yang sibuk kami menyarankan untuk memilih sekolah dengan reputasi baik dan berasrama.

SMP Presiden merupakan pilihan dan menjadi solusi yang tepat bagi pendidikan untuk mencegah siswa tawuran, karena selain mendidik siswa dengan disiplin yang tinggi, membentuk karakter dan kepribadian yang baik, memiliki nilai-nilai kemandirian, kebangsaan serta mampu berkompetisi dalam bidang akademik.
Selama masa pendidikan di SMP Presiden siswa harus memegang teguh janji siswa dan kode kehormatan siswa, siswa juga akan mendapatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa seperti golf, renang, orkestra dan Saka Bhayangkara, sedangkan untuk kegiatan ekskul pilihan diantaranya Basket, Futsal, Science Club, English Club, Entrepreuneurship dan lain-lain. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan dirinya  melalui kegiatan yang positif. sehingga siswa dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan kurang baik seperti nongkrong, main game di mal-mal maupun kegiatan lainnya yang lama kelamaan akan menjadi budaya yang mengarah kepada kriminalitas seperti tawuran.

 

SMP Presiden membina siswa-siswinya melalui berbagai kegiatan yang positif untuk merangsang siswa agar mampu berkompetisi secara akademik dan meningkatkan potensi talentanya untuk mencapai prestasi.

Artikel
No Responses to “Solusi Mengatasi Tawuran Siswa”

Leave a Reply